Home | Pinjaman Online Harus Diwaspadai Ini Sebabnya

Pinjaman Online Harus Diwaspadai Ini Sebabnya

Pinjaman Online memang memberikan Kontribusi. Tetapi pinjaman Online harus diwaspadai. Banyak sebab – sebabnya. Bahkan jika kita tidak benar – benar ada keperluan mendesak, lebih baik hindarilah pinjaman online.

Presiden Joko Widodo menyebut layanan keuangan digital berkembang sangat pesat. Dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional. Namun pada kenyataanya, banyak warga yang menjadi korban pinjaman Online.

Ada yang kehilangan pekerjaan dan ada juga yang sampai mengakhiri hidup akibat terlilit hutang pinjol.

Di tengah badai Krisis ekonomi, jasa pinjaman daring atau pinjaman Online bak oase di Padang pasir. Memang bukan pilihan ideal. Tetapi bagi sebagian orang, kehadiran pinjaman online menjadi juru selamat persoalan ekonomi.

Begitu Besarnya kontribusi pinjaman online bagi ekonomi nasional, sampai – sampai presiden Joko Widodo memberikan atensi khusus dan apresiasi. Dan di tahun ini jumlah uang yang berputar melalui Pinjaman Online baik aplikasi dan lain – lain naik lebih dari 100 persen. Besarannya mencapai hingga 128,7 triliun rupiah. Namun bagi salah satu peminjam pinjaman online, entitas pinjol yang dipuji presiden tak lebih dari sekedar cerita pahit.

Sebut saja Santi ( bukan nama sebenarnya ), gara – gara pinjaman online dia sampai kehilangan pekerjaan. Penyebabnya intimidasi dari dept collector ketika menagih hutang.

BACA JUGA :  Apartemen Lantai 6 Di Cakung Terbakar. Inilah Video Amatirnya

Santi yang kala itu meminjam uang 1,4 Juta rupiah terpaksa menunggak. Namun ia tidak menyangka pihak penagih hutang bisa mendapat nomer telepon pribadi teman – teman. Bahkan atasan di tempatnya bekerja. Dan memberitahukan persoalan tagihan hutangnya.

Pinjaman Online Harus Diwaspadai Ini Sebabnya

Inilah cerita Santi ( bukan nama sebenarnya ) yang terjerat pinjaman online “Saat itu saya tiba – tiba diperintahkan mengundurkan diri oleh atasan karena dianggap mengganggu kenyamanan di tempat kerja. Jujur saja waktu itu saya sangat terpukul secara ekonomi. Apalagi saya tidak ada uang kompensasi atau pesangon dari perusahaan. Karena kesalahan saya. Waktu itu jabatan saya adalah manager. Saya diri karena menganggu kenyamanan perusahaan atas permintaan perusahaan. Dan karena saya mengundurkan diri maka tidak ada uang kompensasi”.

Derita pahit lainnya dialami oleh Sari ( bukan nama sebenarnya ). Karena menunggak cicilan pinjaman awal sebesar 500 ribu rupiah terus membengkak hingga 20 juta rupiah. Nilai pinjaman yang berlipat ganda, lebih dari 2000 persen ini karena sistem bunga berjalan serta denda setinggi langit pinjaman online.

Sari ( bukan nama sebenarnya ) menuturkan ” saat itu saya di tagih oleh dept collector sampai bunga – bunganya sebesar 20 juta. padahal hutang saya cuma 500 ribu saja. Lalu membesar dan bunganya sampai sebesar itu. Hingga Saya mendapat perlakuan tidak baik dari penagih hutang saya disuruh joget – joget dan lain – lain agar hutang saya dibayari sama dept collector. Pokoknya tidak baiklah, ngeri saya”.

BACA JUGA :  Dampak Indonesia Jika Lockdown Akibat Virus Corona

Ironinya derita korban pinjaman online tidak hanya terjadi di Jakarta tetapi juga di Indonesia. Pengaduan pinjaman online hingga 9000 kasus lebih dari seluruh indonesia. Beberapa korban sampai frustasi karena terjerat pinjol hingga mengakhiri hidupnya sendiri. Menurut pengacara publik bidang perkotaan dan masyarakat Jeanny Selvia Sari Sirait, mengatakan “mengapa korban ini sampai bakar diri?. Karena penagih hutang menekannya, hingga sampai terdengar oleh Ayah dan ibunya. Korban frustasi tidak punya solusi maka korban mengakhiri hidupnya dengan membakar diri, korban pun memiliki lebih dari 1 aplikasi pinjaman online, ini yang membuat korban terdesak hingga frustasi dan mengakhiri hidupnya”.

Pengamat ekonomi mengatakan jika memang benar – benar membutuhkan dana darurat dan terpaksa melakukan pinjaman online. Salah satunya memastikan sudah terdaftar di OJK. Nilai bunga yang mengikuti aturan resmi dan hanya meminjam sesuai keperluan.

BACA JUGA :  Usaha Parsel Untuk Pasien Covid 19 Kini Marak Di Masyarakat

Baca dengan teliti kontrak peminjaman mengenai tata cara penagihan, syarat dan ketentuan dan ketetapannya. Periksa cashlow bulanan anda sebelum melakukan pinjaman. Berapa bunga perbulan yang harus anda bayarkan. Apakah Anda sanggup?. Kemudian berapa jangka waktunya, jangan terlalu lama terlarut dalam pinjaman. Pinjaman online harus diwaspadai jika benar – benar tidak ada alternatif lain.

Kemampuan mencicil seseorang adalah 30 persen dari total pendapatan perbulannya. Jadi contohnya jika kita mempunyai pendapatan perbulan 5 juta maka kita bisa alokasikan 1,5 juta perbulan untuk mencicil. Jika ini berjalan baik maka tidak akan ada masalah.

Zaman online memang praktis. Sesuatu yang praktis biasanya rentan. Jadi pikir masak – masak untuk melakukan pinjaman online. Pinjaman online harus diwaspadai. Jika memang tidak sangat membutuhkan dan mendesak. Lebih anda menghindarinya.

Syukur – syukur jika ada saudara atau kerabat yang bisa menolong anda. Memberikan pinjaman tanpa bunga atau bahkan menolong kita secara cuma – cuma. Oleh karena itu jaga hubungan baik dengan kerabat dan saudara. Karena saat kita benar – benar terdesak dan membutuhkan pertolongan. Maka mereka akan menjadi yang pertama membantu kita. Terima Kasih. pasarextra.com