Home | Penjualan Ikan Di Muara Angke Turun Hingga 80 Persen Akibat Pandemi

Penjualan Ikan Di Muara Angke Turun Hingga 80 Persen Akibat Pandemi

Aktifitas perdagangan di pasar ikan Muara Angke Jakarta Utara turut berimbas, akibat pandemi Covid – 19 yang sudah berlangsung lebih dari 1 tahun. Para pedagang ikan Muara Angke Jakarta Utara mengaku omset penjualan mereka turun drastis hingga 80 persen. Karena Pembatasan sosial yang diberlakukan Pemerintah saat Pandemi Covid – 19.

Sepinya pembeli diduga karena banyak Rumah makan yang menjual hidangan ikan laut membatasi kegiatan operasional mereka. Diberlakukan nya PSBB dan pembatasan kerumunan, merupakan faktor utama restoran dan rumah makan yang menjual ikan laut memilih tutup. Daripada mereka terus merugi karena sepinya pembeli.

Padahal pasar ikan muara Angke selama ini menjadi pemasok utama ikan se JABODETABEK. Menurut Romi salah satu pedagang Pasar ikan Muara Angke Mengatakan “semenjak pandemi ini penjualan menurun sangat drastis hingga 80 persen lah. Sebelumnya penjualan ikan di sini banyak banget rame banget, bahkan orang seJABODETABEK semua belanja ikan di sini. Tapi akibat pandemi ini semua beralih ke online. Sekarang para pembeli kami rata – rata beli lewat online. Padahal harga ikan juga relatif stabil dan tetap sama.”

Pedagang berharap penanganan Covid – 19 bisa berjalan baik seiring dengan vaksinasi yang dilaksanakan pemerintah saat ini. Sehingga penjualan ikan di pasar ikan Muara Angke kembali stabil saat menjelang lebaran.

Pasar ikan Muara Angke yang menjual berbagai macam ikan dari mulai ikan laut sampai ikan air tawar ini merupakan pasar ikan terbesar di Jakarta, khususnya Jakarta Utara.

Sebelum pandemi terjadi pasar ini sangat ramai dan padat. Konsumen ikan terbanyak adalah warga Jakarta. Pedagang berharap hiruk pikuk keramaian pasar bisa terulang lagi setelah vaksinasi dilakukan menyeluruh kepada masyarakat. Karena pandemi ini sudah merugikan banyak pedagang ikan muara Angke Jakarta Utara. pasarextra.com