Home | Pengorbanan Tenaga Medis Mengobati Pasien Covid – 19

Pengorbanan Tenaga Medis Mengobati Pasien Covid – 19

Pengorbanan Tenaga Medis Mengobati Pasien Covid - 19

pasarextra.com – Masih dalam suasana pandemi covid – 19. Tentu tenaga medis adalah pahlawan terdepan dalam menangani pasien terpapar virus corona. Pengorbanan tenaga medis mengobati pasien covid – 19 tidak diragukan lagi.

Suka duka tenaga medis dalam menangani pasien covid – 19 patut diapresiasi. Bagaimana tidak, mereka berhadapan langsung dengan penderita pasien terpapar virus corona yang jelas juga mengancam mereka sendiri untuk tertular virus corona. Tidak hanya itu, mereka harus meninggalkan keluarga demi pasien yang mereka rawat.

Berikut sekelumit perjuangan para pahlawan kesehatan.

Pandemi covid – 19 telah mengubah kehidupan dokter Efriady. Dokter spesialis paru ini harus meninggalkan istri dan anaknya di Padang Pariaman Sumatera Barat.untuk bergabung menjadi dokter relawan di rumah sakit RSPI Sulianti Saroso jakarta.

Pengorbanan Tenaga Medis Mengobati Pasien Covid - 19

Sudah sebulan lamanya ayah 3 anak ini meninggalkan keluarga. Hatinya terpanggil untuk segera mengakhiri pandemi covid – 19.

BACA JUGA :  Sekolah Tatap Muka Segera Dilakukan, Bagaimana Persiapannya?

saat diwawancari dr. Efriady berkata ” saya ingin meringankan beban kerja kawan-kawan di sini. Tentu saya sangat risau dengan kondisi covid – 19 ini yang semakin meluas. Maka dengan ilmu dan kemampuan yang saya miliki saya bisa bekerja keras untuk merawat pasien, sehingga harapan saya bisa membantu untuk memberantas kovid – 19 di negara kita tercinta ini”.

Untuk menghilangkan rasa kangen dengan keluarga dokter Efriadi melihat – lihat foto atau video anaknya yang tersimpan di telepon genggamnya.

BACA JUGA :  Banjir Bandang Terjadi Di Cibutu Sukabumi Jawa Barat

Kehidupan yang berbeda akibat covid – 19 juga dijalani Christina. Seorang perawat yang juga bertugas di RSPI Sulianti saroso, Christina telah jadi perawat di RSPI Sulianti Saroso sejak tahun 2006 silam. Namun sejak adanya pandemi Christina tidak mengunjungi keluarganya di Ngawi Jawa Timur. Sudah tiga bulan lamanya Christina tidak bertemu dengan suami dan 3 anaknya.

Christina berkata “memang saya ini bekerja di rumah sakit rujukan covid – 19. Semua perawat di sini diterjunkan di ruangan isolasi covid – 19”. Untuk mengobati rasa kangen dengan suami dan ke tiga anaknya Christina melakukan video call dengan keluarganya.

BACA JUGA :  Drive In Concert Di Jakarta Penonton Di Dalam Mobil Boleh Keluar Hanya Untuk Buang Air

Suami dan anak – anak Christina selalu memberikan semangat dan doa agar Christina kuat dan selalu dalam perlindungan Allah SWT.

Dokter dan perawat adalah sebagai petugas medis yang menjadi Garda terdepan dalam perang melawan pandemi covid – 19. Semoga petugas medis selalu diberikan kesehatan untuk menjalankan tugas mulia ini. mereka adalah pahlawan kesehatan yang akan selalu di dukung oleh masyarakat sepenuhnya. Dan dengan adanya mereka kami yang sehat akan selalu memberikan suport yang menguatkan mereka dalam menjalankan tugas sebagai tenaga medis. Terima kasih. PASAREXTRA