Pengertian Kabut Dan Proses Pembentukannya Lengkap

Pengertian Kabut Dan Proses Pembentukannya Lengkap

Yuk, di share :
0
(0)

Pengertian Kabut Dan Proses Pembentukannya Lengkap. Sederhananya kabut tidak lebih dari awan yang mengawang di dekat permukaan Bumi. Agar bisa terbentuk, udara harus menjadi lebih dingin atau lebih lembap. Ketika uap air di udara mencapai titik kritis, uap akan mulai mengembun. Tetesan air yang dihasilkan memantulkan cahaya dan menyelimuti daratan. Uap yang terlihat ini bisa dibilang sebagai ‘kabut’, ketika mengurangi jarak pandang hingga kurang dari satu kilometer. Itulah pengertian kabut secara sederhana. Tetapi bisa dijelaskan secara lebih kompleks di bawah.

Udara dapat menyerap uap air dalam jumlah berbeda. Semakin hangat udara, semakin banyak uap air yang dapat diserap. Kabut selalu terlihat sama, tetapi bisa terjadi karena berbagai alasan yang berbeda. Kabut sering terbentuk di lembah, misalnya. Tanah di lembah mendingin dengan cepat, sehingga menurunkan suhu udara tepat di atasnya. Karena udara yang lebih dingin menahan lebih sedikit kelembapan, uap air di dalamnya mengembun jadi tetesan.

Di atas danau dan sungai, air yang menguap ke udara dingin dapat meningkatkan kelembapan hingga mencapai titik jenuh kemudian berubah menjadi berkabut. Grand Banks of Newfoundland di Atlantik Utara dianggap sebagai tempat paling berkabut di Bumi. Saat massa udara dingin dan hangat bertemu dan bercampur, udara yang hangat dan lembap menjadi dingin, mengembunkan uapnya menjadi kabut.

BACA JUGA  Pengertian Deposito Singkat, Padat Dan Gamblang

Hal yang sama terjadi ketika napas kamu yang lembab dan hangat menyentuh udara dingin. Jenis kabut lainnya bisa dilihat di pegunungan. Ketika udara lembap naik ke sisi gunung, tekanan dan suhu udara turun. Pada titik tertentu, uap airnya mengembun, hingga membentuk “kabut gunung”.

0 / 5. 0