Home | Motif Dan Kronologi Pembunuhan Serta Mutilasi Di Apartemen Kawasan Pasar Baru Jakarta Pusat

Motif Dan Kronologi Pembunuhan Serta Mutilasi Di Apartemen Kawasan Pasar Baru Jakarta Pusat

Motif dan kronologi pembunuhan dan mutilasi di apartemen Mansion kawasan Pasar Baru Jakarta Pusat yang mayatnya di buang di salah satu kamar apartemen lantai 16 di apartemen Kalibata City Tower Ebony Jakarta Selatan telah mendapatkan titik terang. Ini setelah ke dua pelaku yang merupakan pasangan kekasih berinisial DAF sebagai pelaku pria dan LAS sebagai pelaku wanita telah ditangkap di perumahan kawasan Depok Jawa Barat.

Awalnya korban yang bernama Rinaldi Harley Wismanu berkenalan dengan pelaku wanita berinisial LAS lewat aplikasi sosial media bernama Tinder. Setelah berkenalan dan sering berkomunikasi lewat chating di aplikasi sudah cukup lama, sang korban dan pelaku wanita ingin melakukan pertemuan. Dan diaturlah rencana untuk bertemu di sebuah apartemen di kawasan Pasar Baru Jakarta Pusat pada tanggal 7 September 2020.

Di apartemen tempat pertemuan RHW dan LAS yang sudah disewa pelaku untuk tanggal 7 September 2020 – 12 September 2020 sudah menunggu DAF yang sudah ada sebelumnya di dalam kamar apartemen dan DAF bersembunyi di dalam kamar mandi dengan membawa batu bata.

BACA JUGA :  Viral, Akibat Longsoran Gunung Salak Seperti Terbelah 3 Ini Videonya

Lalu saat RHW dan LAS melakukan hubungan intim datanglah DAF dan memukul RHW dengan batu bata Dari belakang. Tidak hanya itu saat RHW sudah tidak berdaya DAF menusuk RHW dengan pisau sebanyak 7 tusukan hingga tewas.

Motif Dan Kronologi Pembunuhan  Dan Mutilasi Di Apartemen Kawasan Pasar Baru Jakarta Pusat

Saat mereka kebingungan akan dibawa kemana sang korban maka mereka berdua berinisiatif untuk memutilasi korban. Hingga mereka keluar apartemen untuk belanja gergaji, golok, cat dan sprei. Setelah korban memutilasi korban menjadi 11 bagian. Untuk menghilangkan jejak dan bercak darah sprei di ganti dengan yang baru dan tembok di cat ulang untuk menutup bercak darah yang ada.

BACA JUGA :  Pemudik Tidak Bisa Mengelabuhi Petugas

Potongan tubuh korban dimasukkan ke dalam plastik dan di masukkan ke dalam 2 koper dan sebuah tas ransel.

Lalu mereka menyewa taksi online untuk membawa potongan tubuh korban ke apartemen Kalibata City lantai 16 yang sudah disewa untuk menyimpan tubuh korban. Keduanya lalu menguras tabungan korban di mesin ATM yang berjumlah 97 juta rupiah. Sebelumnya pin ATM sudah diketahui oleh pelaku LAS. Uang itu digunakan pelaku untuk membeli perhiasan emas 11,5 gram, sebuah motor, dan menyewa sebuah rumah di Perumahan Permata Cimanggis, kawasan Depok Jawa Barat. Rencananya rumah ini digunakan untuk mengubur tubuh korban. Tetapi sebelum rencana itu terlaksana pelaku sudah digrebek dan diamankan oleh Polisi.

BACA JUGA :  Bocah 7 Tahun Diperkosa Pemuda Mabuk Kemudian Dibakar Beserta Rumahnya Di NTB

Itulah kronologi pembunuhan serta mutilasi yang dilakukan RHW dari keterangan pelaku saat diintrogasi di Polda Metro Jaya.

Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan pembunuhan telah direncanakan DAF dan LAS. Pelaku dikenakan Pasal 340 KUHP Pasal 338 KUHP dan Pasal 365 KUHP. Keduanya terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun. “Nana juga mengatakan motif dari pembunuhan ini adalah pelaku ingin menguasai harta korban”. Imbuhnya di Polda Metro Jaya.

Sebagai barang bukti yang diamankan adalah cangkul, kartu ATM, laptop, jam tangan, dan perhiasan. Pasarextra