Mengupas Tuntas Sistem Militer Iran Yang Siap Perang Dengan Israel
|

Mengupas Tuntas Sistem Militer Iran Yang Siap Perang Dengan Israel

Yuk, di share :
0
(0)

Mengupas tuntas Sistem Militer Iran Yang Siap Perang Dengan Israel. Membahas tentang militer Iran hal ini memang menjadi unik, karena kompleksnya sistem kemiliteran di sana. Bagaimana tidak unik dan kompleks, Iran ternyata punya dua angkatan militer. Padahal biasanya dalam satu negara cuma ada satu angkatan militer saja. Dua angkatan militer Iran dikenal dengan nama Corps Garda Revolusi Islam yang bertugas untuk menyebarkan dan melindungi ideologi Mereka. Kemudian ada juga tentara Republik Islam Iran atau yang kita kenal sekarang dengan IRGC, yang bertugas untuk melakukan perlindungan dalam negeri saat Iran diserang dari luar.

Mari berfokus Pada tentara Republik Islam Iran atau IRGC yang secara struktur juga unik. Aliih-alih memiliki tiga cabang pasukan seperti Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Iran ternyata menambahkan satu cabang yaitu Angatan Pertahanan Udara.

Hal ini tentu membuat pembahasan kali ini menarik, karena kita akan melihat seluk beluk kekuatan dari angkatan pertahanan udara Iran. Pertama kali cabang pasukan angkatan pertahanan udara Iran ini muncul di tahun 1933. Namun waktu itu masih menjadi bagian dari Angkatan Darat Iran Pada masa itu. Hingga awal pasca perang dunia kedua, angkatan pertahanan udara Iran banyak didukung oleh Amerika Serikat. Karena menjadi sekutu untuk melawan pengaruh komunis Uni Soviet di Timur Tengah. Merasa tidak efisien berada di Angkatan Darat karena mengurus ancaman dari udara, maka tahun 1954 angkatan pertahanan udara Iran berpindah ke bawah Angkatan Udara Iran. Saat berpindah ke Angkatan Udara, Angkatan Pertahanan Udara Iran mulai Mandiri. Iran berhasil membangun teknologi Radar yang terdiri dari 9 fasilitas. Yang mengcover sekitar 70% dari seluruh wilayah Iran.

Mengupas Tuntas Sistem Militer Iran Yang Siap Perang Dengan Israel

Setelah pindah ke Angkatan Udara, kala itu terjadi polemik di dalam negeri Iran maka terjadilah revolusi Iran di Tahun 1979. Hubungan baik antara Iran dan Amerika Serikat pun pecah, karena sentimen Iran yang berubah dari monarki menjadi Republik Islam. Punya semboyan kalau Amerika adalah utusan iblis atau antek dajjal. yang harus dimusuhi. Dari sinilah kemandirian pertahanan Angkatan Udara Iran makin membesar. Hingga akhirnya berpisah dari Angkatan Udara tahun 2008 dan menjadi cabang Mandiri.

Iran memisahkan cabang ini, dan berfokus untuk dikembangkan secara efisien. Karena melihat potensi bahaya masa depan dari serangan udara, utamanya dari Amerika Serikat, yang memang terus mengembangkan teknologi penyerangan berbasis udara. Padahal kita tahu, kalau Iran pernah bersahabat dekat dengan Amerika Serikat. Pada 5 Desember tahun 2011 cabang ini kemudian memperlihatkan keberhasilan mentereng dengan berhasil membajak Drone canggih Amerika RQ-1 70 yang lalu lalang di kawasan udara Iran. Pembajakan ini makin membuat panas hubungan Iran dan Amerika Serikat. Karena Iran menuduh Amerika Serikat melanggar undang-undang penerbangan internasional. Kemudian Iran memprovokasi Amerika Serikat dengan membuat Drone berdasarkan bentuk dan teknologi RQ-170.

BACA JUGA  Ledakan dua bom di dekat makam Jenderal Iran Kasim Sulaimani Siapa Dalangnya?

Setelah Kejadian ini, makin berkembanglah angkatan pertahanan udara Iran. Hingga sekarang di mana mereka sudah memiliki 15.000 personil, dan beragam alutsista yang terbagi ke beberapa kategori. Mulai dari sistem Radar, sistem pertahanan artileri, sistem pertahanan udara, pertahanan udara portabel, dan juga sistem rudal pertahanan udara. Semua kategori alutsista Ini tentu tidak luput dalam pembahasan ini.

Sistem militer Iran pertama yaitu sistem Radar. Sekarang Iran menggunakan beberapa jenis sistem Radar dengan kemampuan yang menakjubkan. Mulai dari sistem bernama Kusev dengan jarak deteksi sejauh 150 KM, dengan ketinggian maksimal 14 km. Radar ini bisa mendeteksi hingga 100 target yang utamanya terdiri dari pesawat kecil yang terbang rendah. Kemudian ada sistem Radar bernama Alim yang juga mendeteksi pesawat kecil terbang rendah dan pelan. Jarak deteksinya mencapai 300 KM. Lalu ada Falak yang mampu mendeteksi rudal jelajah dan jet siluman, Drone siluman dan juga rudal ballistik. Jangkauan deteksinya mencapai 400 KM. Selanjutnya ada sistem Radar ASR dengan kemampuan deteksi 204 KM. Bentuknya yang minimalis membuat sistem Radar ini bisa digunakan ke berbagai macam platform, mau itu darat ataupun laut.

Kemampuan deteksinya bisa melakukan pencarian pada kapal dan juga pesawat terbang rendah. Kemudian ada Radar gambar yang jangkauannya di angka 450 km. Radar ini tampil menakjubkan dengan bisa mendeteksi hingga lebih dari 100 objek secara bersamaan. Bahkan bisa mendeteksi Drone dan juga jet tempur. Lalu ada Matla-Ul-Fajr dengan jangkauan 480 km. Yang berfokus pada deteksi rudal jelajah dan juga jet siluman. Kemudian ada sistem Radar Gadir, jangkauan Radar ini sangat menakjubkan di angka 11.000 KM dan ketinggian yang bisa dicapai itu adalah 300 km. Sistem Radar ini bisa mendeteksi jet siluman, rudal jelajah, rudal balistik, bahkan satelit orbit rendah.

  • Mengupas Tuntas Sistem Militer Iran Yang Siap Perang Dengan Israel
  • Mengupas Tuntas Sistem Militer Iran Yang Siap Perang Dengan Israel
  • Mengupas Tuntas Sistem Militer Iran Yang Siap Perang Dengan Israel

Di antara semua sistem Radar yang digunakan, sistem Radar Sepher yang jadi paling canggih dan mutakhir. Radar ini berjenis over the horizon dengan jangkauan maksimal 3.000 KM. Radar inilah yang juga dirumorkan sebagai Radar tercanggih dari Iran yang pernah disebut oleh Admiral Amir Rastegari selaku kepala industri elektronik Iran di bidang militer. Dari apa yang dikatakan, Radar Iran sudah bisa melakukan deteksi tanda Radar unik yang ditinggalkan oleh pesawat sekelas F-35 lightning 2 milik Amerika Serikat, di mana F-35 memiliki perbedaan tanda Radar yang dianalogikan sebagai sidik jari manusia yang berbeda satu sama lain. Sisstem Radar yang dimaksud Admiral Amir ini bisa jadi game Changer utama dalam peperangan udara Iran, melawan jet tempur canggih.

BACA JUGA  Investasi Bodong Gadai Sawah Telah Menipu 10 Korban

Mari kita menuju ke sistem pertahanan udara portabel, di mana Iran mengoperasikan empat jenis senjata buatan Iran sendiri, kemudian China, dan juga Swedia. Untuk memproduksi Dalam Negeri Iran punya misagh-1 dan Misagh-2. Sistem pertahanan udara portabel ini punya spesifikasi yang hampir mirip, jangkauan utamanya mencapai 5 km dengan ketinggian maksimal mencapai 4 KM. Perbedaan kemampuannya cuma terletak di wilayah kecepatan menembak. Misagh-1 di kecepatan 700 m/ detik dan misagh-2 di kecepatan 850 m/ detik. Kemudian untuk pabrikan Cina, Iran menggunakan HN-5 dimana senjata ini memiliki jangkauan dari senjata ini mencapai 4,4 KM dengan ketinggian maksimal 2,5 KM. Kecepatannya cuma diangka 500 m/ Detik. Yang paling canggih adalah pabrikan Swedia yaitu RBS-70 senjata ini bisa menjangkau target sejauh 9 km. Ketinggian maksimal 5 km, dengan kecepatan mencapai Mach 2 atau 2.469 km/jam. Senjata ini juga sudah menggunakan sistem pemandu laser untuk menambah akurasi dari tembakan.

Berikutnya ada alutsista sistem pertahanan udara artileri. Di bagian ini Iran mendapatkan alutsistanya dari tiga negara utama yaitu Uni Soviet, Swiss dan juga diproduksi oleh Iran sendiri. Dari Uni Soviet Iran setidaknya mengoperasikan empat jenis sistem pertahanan udara artileri, mulai dari ZU-23-2, KS-19 dan ZSU-47-2 dan juga ZSU-23-4. Dari keempatnya ZAU-23-4 menjadi yang paling mutakir, dengan bisa bergerak bebas. Sebab berada di platform kendaraan militer. Jarak operasinya mencapai 450 KM dengan kecepatan 50 km/jam. Saat melakukan tembakan pertahanan, kendara ini menggunakan senjata dengan kecepatan menembak mencapai 4000 putaran per menit. Untuk sistem pertahanan udara artileri dari Swiss, Iran menggunakan Oerlokon GDF yang punya kemampuan kecepatan menembak di angka 550 putaran permenit dengan ketinggian maksimal 4 km.

Sedangkan untuk produksi sendiri, pertahanan udara Iran atau pertahanan udara artileri Iran menggunakan Mesbah-1. Kemampuan produksi Iran ini terhitung menakjubkan. Dengan kecepatan tembak di angka 4.000 putaran per menit dan jangkauannya yang mencapai 4 KM.

BACA JUGA  Pimpri Chinchwad Adalah Kota Industri Di India Dengan Pengolahan Sampah Terbaik

Sekarang mari kita ke sistem pertahanan udara utama berbasis rudal yang digunakan oleh Iran. Di sini ada lebih dari 20 jenis sistem pertahanan udara yang digunakan Iran untuk melindungi dari serangan Negara Amerika. Iran memang terkenal terobsesi dengan rudal yang dianggap sebagai kunci dalam perang modern. Jika harus memilih satu di antara semuanya, maka sistem pertahanan udara Bavar-373 lah yang pantas dianggap sebagai yang terbaik. Sistem ini sudah bertugas untuk Iran sejak tahun 2019. Dan di desain dalam jangka waktu panjang dari tahun 2010.

Bavar-373 bisa menembakkan dua jenis rudal untuk melakukan pencegahan. Yaitu Sayyad-4 dan Sayyad-40. Perbedaan dari kedua rudal ini cukup besar Sayyad-4 cuma bisa mencapai target di 230 KM, dengan kecepatan maksimum Mach 6,8 atau 2312 m/detik. Sementara Sayyad-40 punya kecepatan untuk mencapai target di 300 KM, dengan kecepatan mencapai Mach 8 atau 2.720 km/ Detik. Menurut Brigadir jenderal Mahdi Farahi yang ikut dalam pengembangan Bavar-373 dan juga modernisasi lanjutannya yang sekarang berlangsung. Bavar-373 ini punya kemampuan di atas S-400 milik Rusia. Yang bukan cuman bisa menangkal rudal dan juga roket biasa, tapi juga bisa menghentikan jet tempur generasi 5. Dan juga rudal balistik.

Tidak berpuas hati dengan Bavar-373, Iran juga Tengah mengembangkan sistem pertahanan udara taktis baru yang di beri nama Sayyad. Dari klaim yang dikeluarkan sistem pertahanan udara baru ini, bisa langsung melakukan pencegahan pada 12 target secara bersamaan. Klaim ini Tentu saja sangat luar biasa hebat. Jadi kalau benar, maka Iran bisa diacungi jempol karena bisa melakukan pengembangan militer signifikan. Meski tengah digempur sanksi ekonomi dari Amerika Serikat, dan juga dunia barat.

Iran bahkan berada di urutan kedua Sebagai negara yang paling banyak mengalami sanksi di dunia. Tetapi sanksi – sanksi itu tidak menyurutkan insinyur – insinyur Iran untuk mengembangkan senjata canggih bahkan senjata nuklir. Akan kan Iran dan proxy – proxynya bisa menang melawan Israel dan sekutunya. Mudah – mudahan jalan damai bisa tercapai ya sobat. Bagiamana pun perang adalah sesuatu yang bisa menghancurkan segalanya. Bahkan menghancurkan masa depan umat manusia. Jadi Semiga Iran Tidak tersulut dengan provokasi – provokasi yang sudah dilakukan oleh Israel. Serta Amerika pun tidak mendorong perang besar yaitu perang dunia 3 akan segera terjadi. Mudah – mudahan.

0 / 5. 0