|

Kerusuhan Di Papua Nugini Akibat Pemotongan Gaji Hingga 50% Karena Kesalahan Komputer

Yuk, di share :
0
(0)

Kerusuhan Di Papua Nugini Akibat Pemotongan Gaji Hingga 50% Karena Kesalahan Komputer. Port Moresby ibukota Papua Nugini mengalami kekacauan besar yang mengakibatkan setidaknya 8 orang tewas, setelah polisi melakukan pemogokan akibat perselisihan gaji. Toko -toko dan mobil dibakar serta supermarket dijarah oleh masa yang mengambil kesempatan dari absennya polisi pada hari Rabu.

Ketegangan makin menjadi-jadi akibat Tingginya tingkat pengangguran dan kenaikan berbagai kebutuhan di Papua Nugini. Perdana Menteri James marape telah meminta maaf kepada negara atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa pelanggar hukum tidak akan ditoleransi.

Meskipun sebagian besar kekerasan berhasil diredam Marape mengakui situasinya masih tegang. Rumah Sakit Umum Port Moresby melaporkan 8 kematian. Sementara 7 orang lainnya meninggal di kota Lai, kota terbesar kedua di Papua Nugini.

Kerusuhan ini dipicu oleh protes polisi dan pegawai negeri di luar parlemen pada hari Rabu lalu Hal ini disebabkan karena pemotongan gaji hingga 50% akibat kesalahan komputer. meskipun Perdana Menteri Marape berjanji untuk memperbaiki kesalahan administrasi tersebut pada pembayaran bulan depan banyak pengunjuk rasa tetap tidak puas.

0 / 5. 0

BACA JUGA  Bursa Saham Tokyo Di Buka Kembali Setelah Gempa Dan Kecelakaan Pesawat

Similar Posts