Kerusakan Ekosistem Pantai Fyord Vejle Yang Sudah Tidak Bisa Ditoleransi
|

Kerusakan Ekosistem Pantai Fyord Vejle Yang Sudah Tidak Bisa Ditoleransi

Yuk, di share :
5
(2)

Kerusakan Ekosistem Pantai Fyord Vejle Yang Sudah Tidak Bisa Ditoleransi. Laut Baltik di Eropa bagian utara. Alamnya mempesona, dan jadi tujuan wisata yang disukai banyak orang. Pantai Fyord Vejle termasuk kawasan pemukiman paling mahal di Denmark. Tapi tampilan yang indah ini menipu. Nelayan Lasse Mikkelsen pergi memancing sekali sepekan. Dia mengalami sendiri bagaimana Fyord lambat laun mati. Di bawah permukaan air, alga tumbuh tak terkendali membuat air keruh dan ikan serta tumbuhan air tidak mendapat oksigen dan cahaya.

Di dasar Fyord tidak ada makhluk hidup lagi, demikian ditunjukkan rekaman dari para ilmuwan. Dulu, di kawasan pantai hidup berbagai jenis ikan. Sebetulnya Lasse Mikkelsen ingin mencari tambahan uang pensiunnya dengan menjadi nelayan. Sekarang dia lebih suka jika tidak perlu memancing lagi. Ini campuran antara marah dan frustrasi, karena tidak ada yang melakukan apapun. “Saya pikir, pihak berwenang berusaha menyalahkan pihak lain. Terutama petani Denmark yang memiliki lahan sejarak beberapa kilomenter dari fyord, yang dituding bersalah oleh Mikkelsen”. Ujarnya.

Di Denmark yang penduduknya hanya sekitar enam juta orang, populasi sapi dan babi jumlahnya dua kali lipat dari jumlah penduduk. Banyak petani menggunakan pupuk dalam jumlah besar, yang akhirnya mendarat di lautan. Christian Madsen mengolah lahan yang lokasinya berjarak beberapa kilometer dari lautan. Dia mengatakan, sudah menurunkan penggunaan fosfat dan nitrat sebanyak mungkin. Dengan bantuan rekaman satelit, dia mengawasi tanaman mana yang perlu pupuk dan yang mana sudah mendapat cukup pupuk. Tapi ia tidak mungkin menghentikan penggunaan pupuk sepenuhnya.

BACA JUGA  Hobi Bercocok Tanam Mulai Marak Harga Tanaman Hias Menjadi Mahal Saat Ini

“Saya pikir bagus bahwa jumlah nitrat dikurangi. Tapi saya rasa batas minimumnya sudah tercapai. Kami petani sudah sampai di batas yang bisa kami terima. Tumbuhan butuh makanan. Jika tidak, tanaman tidak bisa tumbuh”. kata petani itu. Sejak dia mengurangi pupuk, tanamannya hanya menggunakan pupuk yang sudah ada di tanah.

Mads Christensen menyadari dilema di kawasan itu. Ia ahli biologi yang bertanggung jawab bagi pembangunan kembali ekosistem di Fyord Vejle. Ia kenal semua argumen dan fakta. Sekarang Kami tahu, bahwa 80% nutrien yang mendarat di Fyord Vejle berasal dari lahan pertanian di sekitarnya. Sekitar 10% berasal dari limbah kawasan perkotaan dan 10% sisanya dari pembiakan ikan. Itu jadi petunjuk, apa yang harus kita tangani.

Karena tingginya kadar nitrat, alga semakin merajalela. Alga menutupi segalanya di fyord. Rumput laut juga tidak mendapat cahaya lagi sehingga akhirnya mati. Padahal rumput laut adalah salah satu elemen penting dalam ekosistem Laut Baltik. Rumput laut memproduksi oksigen dan menjadi habitat bagi ikan-ikan kecil. Oleh sebab itu, Christensen dan timnya menanami kembali kawasan Fyord dengan rumput laut.

Proyek renaturalisasi sangat rumit. Mereka juga membuat terumbu karang baru dan menanam tumbuhan karang. Ini menyebabkan lebih banyak cahaya masuk, dan semua elemen bekerja sama dengan baik. Tapi itu semua bisa rusak lagi dalam waktu singkat, jika terlalu banyak pupuk mengalir ke laut dan alga kembali tumbuh liar.

BACA JUGA  Arab Saudi Usahakan Gencatan Senjata Di Gaza

Kekhawatiran ahli biologi Christensen mencakup area lebih luas dari Fyord. “Kami sekarang sudah sampai pada batasnya. Lima hingga enam tahun lalu sistemnya rusak, dan itu baru awalnya saja. Situasi ini akan kita lihat di seluruh Laut Baltik”. Kata Christensen.

Nelayan Lasse Mikkelsen berharap, semua pihak akan sesegera mungkin mengambil alih tanggung jawab untuk menyelamatkan fyord. Karena Denmark sekarang mencari solusi bagi masalah yang sudah mengancam seluruh area pantai di tepi Laut Baltik.

5 / 5. 2