Home | Kasus Youtuber Ferdian Paleka Prank Waria

Kasus Youtuber Ferdian Paleka Prank Waria

Kasus Youtuber Ferdian Paleka Prank Waria

pasarextra.com – Tersangka kasus gurauan makanan berisi sampah Ferdian Paleka akhrinya ditangkap. Sebelum ditangkap Ferdian paleka menjadi buronan selama 4 hari. Kasus Youtuber Ferdian Paleka prank waria dengan sembako sampah.

Ferdian Paleka yang membuat konten gurauan memberikan bantuan makanan berisi sampah akhirnya ditahan polisi pada Jumat dini hari. Setelah sebelumnya 4 hari menjadi buronan polisi. Ferdian paleka ditangkap bersama rekannya berinisial A dan Pamannya berinisial C di Km 9 Tol Merak Jakarta. Polisi memastikan motif Tersangka membuat konten gurauan untuk menaikkan jumlah subscribe dan viewer di channel youtube-nya.

BACA JUGA :  Kecelakaan Di Tol Cipali KM 84 Subang Dua Orang Meninggal

Ferdian Paleka diburu oleh polisi setelah Korban yaitu waria yang menjadi prank Ferdian Paleka melaporkan kasus sembako sampah ini pada polisi. Ferdian Paleka ditangkap bersama rekannya di KM 9 Tol Merak Jakarta saat akan menuju ke Bandung.

Tiga tersangka dijerat dengan pasal 45 undang-undang informasi dan transaksi elektronik atau ITE hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara. Sementara itu salah seorang tersangka Ferdian Paleka mengaku, membuat konten video pembagian makanan sampah kepada waria Karena tidak boleh beraktivitas malam hari saat bulan Ramadan. Ia juga meminta maaf kepada semua orang yang merasa dirugikan dengan adanya video tersebut.

BACA JUGA :  Batu - Batu Melayang Di Dunia Ada yang Nyata Dan Hanya Ilusi Belaka
Kasus Youtuber Ferdian Paleka Prank Waria

Pelaku mengaku hanya sebagai hiburan saja. Tidak ada maksud lain selain itu. Ferdian Paleka mengaku sangat menyesal karena kejadian ini. Dan tidak akan mengulangi lagi. dan ini seharuanya tidak terjadi.

Ferdian Paleka meminta maaf kepada rakyat Bandung pada khususnya yang membuat konten negatif dengan sembako sampah yang seharusnya tidak boleh dilakukan dan jelas merugikan dan menyakitkan hati si penerima.

BACA JUGA :  Mengapa Negara Maju Lebih Banyak Kasus Covid - 19

Sangat disayangkan popularitas telah disalahgunakan untuk keuntungan pribadi yang merugikan banyak orang. Konten yang tidak mendidik dan merugikan orang banyak seharusnya tidak dilakukan oleh youtuber saat mereka di puncak popularitas.

Mereka adalah panutan dan segala gerak -geriknya bisa ditiru oleh pengikutnya. Jadi seharusnya mereka membuat konten mendidik yang bisa membawa kebaikan bagi sesama. Semoga kasus youtuber ini tidak terulang lagi. Terima Kasih. Pasarextra