Home | Ironi, Lokasi Bencana Malah Jadi Tempat Wisata

Ironi, Lokasi Bencana Malah Jadi Tempat Wisata

Bencana banjir bandang yang menimpa 13 desa di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat masih menyisahkan trauma bagi warganya. Tapi sungguh ironi, lokasi bencana malah jadi tempat wisata bagi masyarakat luar daerah yang seharusnya lokasi itu harus di rehabilitasi dan dibangun kembali.

Masyarakat luar daerah berbondong – bondong ke lokasi bencana untuk menjadikannya tempat wisata dadakan agar bisa dijadikan konten media sosial.

Jalan Cibuntu Desa Sawahan kecamatan Cicurug kabupaten Sukabumi mendadak ramai di akhir pekan kemaren. Bukan karena ada tempat wisata yang baru dibuka. Ratusan orang yang datang justru ingin mendatangi lokasi bencana.

BACA JUGA :  Pengertian Pasar Saham Dan Sistem Kerjanya Dalam Aspek Ekonomi

Tidak hanya dari daerah sekitar. Namun hingga kota Bogor dan Jakarta. Ada yang mengirimkan bantuan bagi korban banjir bandang. Tapi lebih banyak lagi yang sekedar datang untuk berselfie ria. Rumah – rumah yang rusak dan kendaraan yang hancur terbawa banjir pun dijadikan background untuk foto.

Ironi, Lokasi Bencana Malah Jadi Tempat Wisata

Mereka beralasan foto dibutuhkan untuk dokumentasi penggalangan dana. Aditya salah satu warga Bogor yang menyambangi lokasi bencana mengatakan “Saya datang ke sini untuk dokumentasi sebagai laporan – laporan. Tadi sudah keliling – keliling juga.” Ujar Adtiya setelah berfoto di belakang mobil ringsek akibat terbawah arus banjir.

BACA JUGA :  Air Terjun Menyawak Destinasi Wisata Baru Banyumas Yang Masih Alami

Padahal sudah banyak papan peringatan jika kampung Cibuntu bukan tempat wisata. Kini fokus BPBD Kabupaten adalah pemulihan infrastuktur dan pembangunan rumah warga. Namun proyek pengerjaan terganggu banyaknya warga yang datang ke lokasi.

Maman Suherman selaku PLT Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi mengatakan “Sejak dua hari ini antusias masyarakat luar biasa, barangkali sekedar ingin melihat, kemudian juga ada yang mengirim bantuan. Tetapi kami menghimbau kepada seluruh pengunjung tolong yang memberi bantuan. Berulang kali diingatkan ini adalah lokasi bukan untuk wisata. Bahkan kami juga ada beberapa petugas dari TNI – POLRI yang sudah ada di lokasi bencana mengingatkan pengunjung agar menjaga protokol kesehatan yang berlaku.”

BACA JUGA :  Harga Cabai Naik Akibat Hama Menjadikan Petani Gagal Panen

Tetapi banyak pengunjung yang mengabaikan peringatan untuk melaksanakan protokol kesehatan. Pengunjung banyak yang melepas masker dan tidak menjaga jarak. Jangan sampai lokasi bencana menjadi cluster baru covid – 19. Sudah ditimpa kesusahan warganya menjadi lebih susah karena daerahnya menjadi cluster covid – 19. pasarextra.com