Home | Investasi Pasar Modal Di Saat Masa Pandemi Hingga New Normal

Investasi Pasar Modal Di Saat Masa Pandemi Hingga New Normal

Meski ancaman resesi menghantui perekonomian Indonesia dan sejumlah negara kalangan analis pasar modal menilai investasi pasar modal masih menarik. Lantas bagaimana kalangan menilai investasi pasar modal di saat masa Pandemi hingga new normal.

perekonomian dunia saat ini mengalami ancaman resesi akibat pandemi. Tidak terkecuali di Indonesia yang mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal ke dua 2020 sebesar 5,3 %.

Namun di tengah memburuknya perekonomian di tengah ancaman resesi kalangan pengamat pasar modal menilai prospek investasi saat ini masih tetap menarik khususnya investasi di pasar modal untuk jangka panjang.

pasalnya dengam dilonggarkan kembali aktivitas sosial terlihat aktifitas ekonomi mulai meningkat kembali. Sementara indeks minat konsumen menunjukkan tanda – tanda perbaikan. Serta indeks penjualan real yang diprediksi terus pulih.

BACA JUGA :  Diduga Karena Konsleting Listrik Pasar Baru Kota Bekasi Kebakaran

Menurut Infestment spesialis ivestasi menyatakan masih perspektifnya investasi di pasar modal juga ditujukan oleh IHSG yang saat ini under value dan pasar pun sudah menunjukkan kenaikan emitten di kuartal ke dua pada bulan Maret sampai dengan April lalu.

Hasil kinerja emiten pada kuartal ke dua pun tidak separah ekspektasi awal tahun. Terutama pada sektor perbankan. Sementara pasar obligasi pun sudah lebih stabil dan diharapkan akan membaik secara signifikan.

Investasi Pasar Modal Di Saat Masa Pandemi Hingga New Normal
Bursa Saham

Dengan kondisi tersebut pasar saham di instrument investasi jangka panjang semakin menarik. Menurut pakar ekonomi Pak Taufan, saham sektor insfrastuktur juga menarik. Sejalan dengan pulihnya aktifitas manufaktur akan mendorong permintaan volume gas industri.

Dan Harga gas yang cukup rendah akan menopang margin dari sektor pembangkit. Kemudian seiring meningkatnya kembali aktifitas industri di Cina. Permintaan terkait energi dan metal juga akan menjadi sentimen postif bagi sektor pertambangan. Namun untuk investasi jangka panjang kalangan pengamat pasar modal menilai pasar obligasi menjadi pilihan yang paling optimal untuk saat ini. Oleh karena itu pihaknya merekomendasikan kepada investor berprofil moderat dengan jangka investasi lebih dari 1 tahun dapat memperbesar aset obligasinya.

Prospek yang cerah di investasi obligasi juga sejalan dengan penerbitan obligasi dan sukuk corporasi yang semakin ramai memasuki kuartal ke 2 tahun ini. Per 21 Agustus 2020 terdapat 43,81 triliun rupiah emisi obligasi dan sukuk yang telah dicatatkan di BEI sejak awal tahun.

BACA JUGA :  Pasar Pagi Wonosobo 800 Pedagang Tumpah Ruah Menjajakan Dagangannya

Catatan tersebut melesat jika dibandingkan penerbitan pertama tahun 2020 yang mencapai 31,25 triliun rupiah. Menejemen BEI dalam keterangannya mengatakan. Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang tahun 2020 adalah 56 emisi dari 40 perusahaan terdata.

Dengan demikian total emisi obligasi dan suku yang tercatat di BEI hingga saat ini tercatat 545 emisi dengan nilai optimal sebesar 427,41 triliun rupiah. Dan 27,5 juta dolar Amerika yang diterbitkan oleh 121 perusahaan tercatat. Sentimen positif ini didukung oleh surat utang negara yang menjadi acuan suku bunga penerbitan obligasi mulai turun sehingga biaya dana penerbitan surat utang pun mengecil. Terima Kasih

BACA JUGA :  Pasar Kembang Surabaya Kebakaran Api Dari Lantai Dua