Inilah Dua Metode Penentuan Penetapan Idul Fitri 1 Syawal Dalam Kalender Hijriyah

Inilah Dua Metode Penentuan Penetapan Idul Fitri 1 Syawal Dalam Kalender Hijriyah

Yuk, di share :
0
(0)

Inilah Dua Metode Penentuan Penetapan Idul Fitri 1 Syawal Dalam Kalender Hijriyah. Penentuan idul fitri atau awal bulan Syawal 1445 Hijriah ditentukan berdasarkan dua metode yakni hisab dan rukya. Seperti apa gambaran metode tersebut, berikut penjelasannya untuk anda dari Ibnu Umar Radhiyallahuan ia berkata “Aku pernah mendengar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda : jika kalian melihat Hilal maka berpuasalah jika kamu melihatnya lagi Maka berhari rayalah”. ( HR. Bukhari – Muslim ). Hilal atau awal fase bulan baru kunci penentuan Ramadan dan hari raya. Perjalanan sejarah Islam mencatat penentuan awal bulan didasarkan pada dua metode hisab dan rukyah.

Hilal secara harfiah berarti perhitungan posisi matahari dan bulan secara astronomi atau ilmu Falak untuk menentukan datangnya Hilal, penanda bulan baru dalam kalender Hijriah. Bulan baru terjadi jika ketinggian Hilal sudah di atas 0 derajat, dan memenuhi dua prinsip pertama ijtimak.

Ini terjadi sebelum matahari terbenam dan secara perhitungan bulan terbenam setelah matahari terbenam tampak atau tidaknya hilal Tidak masalah. Dalam metode yang telah lama digunakan organisasi Islam Muhammadiyah sementara rukiyatul Hilal atau rukyah adalah aktivitas mengamati penampakan Hilal atau bulan sabit yang pertama kali tampak setelah terjadinya ijtima’

Ijtima’ atau Konjungsi adalah saat matahari dan bulan dalam satu bujur yang sama. Rukyah dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik menjelang senja di tanggal 29 kalender berjalan. Apabila terlihat kalender berjalan telah masuk bulan baru. Namun bila hilal Tidak terlihat maka kalender berjalan digenapkan Menjadi 30 hari . Di Indonesia metode ini Kukuh digunakan organisasi Islam Nahdatul Ulama dalam rukyah. Hisab tetap digunakan, tetapi hanya sebagai alat bantu dan bukan penentu.

BACA JUGA  Hukuman Bagi Zina Ghairu Muhsan Pergaulan Bebas Terzhalim

0 / 5. 0