Home | Berdiri sejak Tahun 1735 Pasar Tanah Abang Masih Semrawut

Berdiri sejak Tahun 1735 Pasar Tanah Abang Masih Semrawut

Berdiri sejak tahun 1735 pasar tanah Abang masih semrawut. Kesemrawutan di pasar tanah Abang menjadi salah satu permasalahan di Jakarta yang belum terselesaikan. Setiap pemimpin baru Ibu Kota selalu menggadang – gadang mengatasi kesemrawutan pasar tanah Abang. Berbagai solusi pun telah diterapkan.

Sejarah pasar tanah Abang yang didirikan oleh Yustinus Vinck pada tanggal 30 Agustus 1735 dahulunya buka hanya setiap Sabtu. Dari awal didirikan pasar tanah Abang memiliki bangunan semi permanen. Pada tahun 1881 pasar Tanah Abang dibuka hanya pada hari Sabtu dan Rabu.

Semakin bertambah tahun pasar Tanah Abang semakin ramai dan bangunan – bangunan yang dahulunya semi permanen menjadi gedung – gedung bertingkat.

BACA JUGA :  Kopi Neira Minuman Kekinian Harga Bersahabat

Keramaian pasar tanah Abang membawa permalasahan baru bagi pemerintah dan Pemprov DKI Jakarta selaku pengelolah pasar Tanah Abang. Membludaknya pedagang membuat pasar tanah Abang semakin semrawut.

Setali tiga uang semakin bertambah pedagang maka semakin banyak pula pengunjung yang mencari barang – barang kebutuhan mereka. Sehingga Pasar tanah Abang tidak pernah sepi pengunjung.

Berdiri sejak Tahun 1735 Pasar Tanah Abang Masih Semrawut

Kawasan pasar tanah Abang jadi semrawut parkir liar di mana – mana. Tentu potensi tindak kriminal pun semakin besar. Tahun 2016 kawasan pedestrian di kawasan tanah Abang di tata. Banyak pedagang kaki lima yang memanfaatkan trotoar. Kesemrawutan ini telah menjadi perhatian sejumlah pemimpin Ibu Kota. Saat Jokowi menjadi gubernur DKI Jakarta PKL ditata dan dianjurkan berdagang di blog G.

BACA JUGA :  Cafe Kopi Kenangan Selalu Buka Cabang Di Mall Mengusung Konsep Cafe Modern

Berbagai fasilitas disiapkan. Jokowi kerap mengajak tamunya kerap berbelanja di Blog G. Alhasil peningkatan penghasilan untuk para pedagang semakin baik. Akhirnya pedagang pun Tidak berjualan di trotoar dan badan jalan. Arus lalu lintas pun menjadi lancar.

Situasi ini tidak berlangsung lama. Setelah Jokowi dilantik menjadi presiden, pasar tanah Abang kembali semrawut. PKL kembali ke trotoar. Pada masa pemerintahan Ahok dan Jarot penertiban kerap terjadi. Petugas dan pedagang pun kucing – kucing an. Kini Jakarta memiliki pemerintah baru.

BACA JUGA :  Semrawut Pasar Tanah Abang Dari Tahun Ke Tahun

Orang nomer 1 Jakarta telah menyiapkan solusi untuk menetapkan PKL di Tanah Abang. Pemimpin baru Jakarta mulai menata kembali pasar Tanah Abang. Ada solusi yang bisa saling menguntungkan oleh pedagang pasar Tanah Abang dengan pemerintah. Kawasan pasar pun akan di tata ulang dan merevitalisasi Blog G. Sehingga pasar tanah Abang yang semrawut bisa teratasi. Pasarextra.com