Angka Perceraian Tinggi Di Jombang Justru 435 Anak Menikah Dini Di Bojonegoro
|

Angka Perceraian Tinggi Di Jombang Justru 435 Anak Menikah Dini Di Bojonegoro

Yuk, di share :
0
(0)

Angka Perceraian Tinggi Di Jombang Justru 435 Anak Menikah Dini Di Bojonegoro. Di Jombang Jawa Timur Pengadilan Agama setempat mencatat ada 3.000 lebih kasus perceraian selama tahun 2023. Dari data tersebut 2000 kasus pengajuan cerai dari pihak perempuan. Dan kasus cerai talak mencapai angka 500. Sementara di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur 435 anak di bawah umur meminta dispensasi kawin atau diska pada pengadilan setempat. Ironisnya mayoritas pemohon terdesak karena sedang dalam kondisi hamil.

Pemandangan di setiap ruang sidang di pengadilan agama Jombang Jawa Timur pada Rabu siang setiap ruang sidang tidak pernah sepi dari pengunjung yang kebanyakan berjenis kelamin perempuan. Para pengunjung ini pun rata-rata sedang berurusan dengan perceraian. Baik itu cerai talak maupun cerai gugat. Nadia salah satunya ia mengaku mengajukan gugatan cerai kepada suaminya lantaran permasalahan ekonomi. “saya dipulangkan dan tidak penah diberi nafkah. kalau saya Minta baru dikasik. Sebagai istri masak saya harus minta terus. Tidak ada tanggung jawab sedikitpun terhadap istrinya.” Ujar Nadia kepada wartawan.

Pengadilan agama Jombang juga mencatat selama 2023 ada 251 janda baru setiap bulannya motif perceraian pun rata-rata disebabkan karena pertengkaran yang tak kunjung damai. Dan yang kedua serta yang paling banyak karena motif ekonomi.

BACA JUGA  Batu - Batu Melayang Di Dunia Ada yang Nyata Dan Hanya Ilusi Belaka

Lain lagi di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, 435 anak di bawah umur meminta dispensasi kawin atau Diska kepada pengadilan agama setempat. Ironisnya mayoritas pemohon terdesak karena sedang dalam kondisi hamil Permohonan dispensasi nikah atau Diska ini terpaksa harus dikabulkan lantaran jika ditolak akan menimbulkan dampak negatif yang lebih tinggi. Jika dibandingkan dengan Kecamatan terdekat di Bojonegoro. Kabupaten Tuban dan kabupaten Lamongan masih lebih tinggi Bojonegoro. Dibanding dengan dua kabupaten yang ada di sekitarnya.

Inilah sebenarnya problem yang selalu harus dicermati bahwa angka pernikahan dini di Bojonegoro yang besar itu ternyata karena pembangunan sumber daya manusia belum tepat. Karena pihak Pengadilan Agama Bojonegoro juga menambahkan faktor kemiskinan, dan rendahnya tingkat pendidikan menjadi penyebab lain tingginya angka Pernikahan Dini. Para pemohon rata-rata hanyalah lulusan SD dan SMP dan hanya sebagian kecil saja Yang lulusan sekolah menengah atas.

0 / 5. 0

Similar Posts