Home | Ada Oknum Penimbun Bawang Merah Harganya Semakin Naik

Ada Oknum Penimbun Bawang Merah Harganya Semakin Naik

Di kala harga beberapa jenis barang pangan turun harga bawang merah semakin meroket. Apakah gara – gara gagal panen, atau malah ada oknum nakal penimbun bawang merah yang membuat harganya semakin naik.

Bagi orang Indonesia bawang merah selalu ada untuk memperkaya citarasa makanan. Entah untuk bumbu atau pelengkap seperti taburan bawang goreng. Aromanya menjadikan segala masakan menjadi lebih nikmat.

Sayangnya harga bawang merah terus naik. Padahal konsumsinya cukup besar di tanah air. Menurut data statistik pemerintah menunjukkan bahwa setiap penduduk rata – rata mengkonsumsi sekitar 23 kilogram bawang merah setiap tahun. Melihat tingginya konsumen bawang merah. Tidak heran sering terjadi penyelundupan bawang merah. Atau menimbun bawang merah demi meraup untung.

BACA JUGA :  Minibus vs Truk Tronton Di Tol Cipularang Membuat 3 Orang Meninggal Dunia

Pada tahun 2016 silam tim kepolisian pernah mengamankan 450 karung bawang merah ilegal yang beratnya mencapai 9 ton. Dari penyelidikan ternyata bawang merah ini berasal dari Thailand. Yang akan di jual dengan harga tidak resmi. Di wilayah Langkat dan kota Medan.

Ada Oknum Penimbun Bawang Merah Harganya Semakin Naik

Tahun 2017 kepolisian juga pernah mengungkap kasus oknum yang menimbun bawang merah. Hingga 600 karung di Ambon Maluku. Polisi menduga ratusan karung bawang merah ini sengaja ditimbun oleh pemiliknya, guna mendapatkan keuntungan lebih menyusul naiknya harga bawang merah.

BACA JUGA :  17 Orang Pecinta Alam Menganiaya Juniornya Hingga Tewas

Masih di tahun yang sama pada tahun 2017 satuan polisi air Tanjung Bay Sumatra Utara menggagalkan penyelundupan 6 ton bawang merah ilegal yang dibawah dari negeri Jiran Malaysia. Bawang merah diselundupkan dengan menggunakan kapal nelayan. Oleh para pelaku bawang – bawang merah tersebut disembunyikan di balik jaring nelayan guna mengelabuhi petugas agar tidak terlihat.

Mengutip daftar harga pangan nasional harga bawang merah ukuran sedang secara nasional per 22 Oktober 2020 mencapai Rp. 35.650,- per kilogram. Gejolak harga bawang merah ini diakui oleh sejumlah pedagang biasa terjadi. Disaat seketika turun drastis atau langsung meroket. Biasanya karena faktor cuaca masa panen dan jumlah pasokan. Baik lokal maupun impor. Namun sekali lagi di dalamnya pasti ada celah oknum – oknum nakal yang sengaja menimbun bawang merah agar bisa menjual nya kembali dengan harga lebih tinggi.

BACA JUGA :  Bendungan Katulampa Bogor Siaga Satu Warga Diharap Waspada

Terutama kala musim kemarau dimana biasanya kualitas bawang merah menurun. Pemerintah pun diharapkan mengawasi lonjakan harga bawang merah ini. Karena jika harga bawang merah naik maka akan merugikan dan menyusahkan rakyat di mana saat pandemi sekarang. pasarextra.com